Mandiriyes


peluang bisnis online jangka pendek dan jangka panjang

Minggu, 10 Maret 2013

Hugo Chaves

In Memoriam -5.Maret.2013



Kematian pemimpin sosialis itu meninggalkan kekuasaan selama 14 th yang untuk terakhir kalinya memenangi pemilu pada Oktober 2012 lalu di negara kaya minyak kawasan Amerika Latin.

Presiden yang mengawali perjuangannya melalui transisi dan transformasi dari seorang prajurit ke politisi, dengan menjalakan mandat 'revolusi bagi kaum miskin'.
Mempunyai paham politik 'Bolivarianisme' dan 'sosialis abad 21' , ia fokus pada penerapan reformasi sosialis sebagai bagian dari proyek sosial bernama 'Revolusi Bolivarian'.
Sepanjang hidupnya / kepemimpinannya diantaranya ia berusaha mewujudkan :
               -Penerapan 'konstitusi baru'
               -Mendirikan dewan 'demokrasi partisipasi'
               -Menasionalisasi sejumlah industri penting
               -Meningkatkan anggaran kesehatan dan pendidikan
               -Meluncurkan sejumlah 'misi'/program sosial, termasuk pendidikan dan kesehatan untuk
                semua 
               -Mengurangi tingkat kemiskinan besar-besaran
               -'Revolusi' kebijakan sosial, 'predator oligarki' harus dilenyapkan karena sebagai pelayan
                 kapitalisme internasional

Kematiannya sangat memukul jutaan pendukung yang mengagumi gaya kharismatik, retorika anti A.S, berbagai kebijakan subsidinya, dan berbagai kebijakannya yang prorakyat.
Dengan kematiannya, Chaves akan ditangisi oleh banyak negara miskin, yang sangat mengapresiasi langkah-langkah revolusionernya dalam menggunakan kekayaan minyak negara untuk mendanai proyek-proyek perumahan, kesehatan, makanan serta program pendidikan.

Chaves bagi rakyatnya tidak hanya sebagai presiden namun juga pelindung dari ketidakadilan hidup dan komandan bagi perlawanan terhadap imperialisme yang mulai masuk Venezuela.
Tokoh yang dengan lantangnya meneriakkan program nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing untuk kesejahteraan rakyatnya.

Hugo Chaves mengikuti jejak tokoh legendaris Argentina (Juan Peron) yang dipandang sangat peduli pada kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, dan persamaan hak, pernyataan Chaves yang menuai kontroversi.

Di dunia internasional, dia juga merupakan salah satu pemimpin kharismatis sekaligus kontroversial.
Sebagai tokoh utama dalam aliansi 'anti-imperialis' global yang semangatnya mencapai Belarus di Eropa dan Iran di Timur Tengah. Dialah sekutu yang diidolakan negara-negara dengan pemerintah anti A.S, dialah simbol 'anti-imperialis' kini.
Tak kurang Ahmadinejad memujinya sebagai pemimpin yang melayani rakyat Venezuela dan selalu membela nilai-nilai kemanusiaan dan revolusi, martir yang meninggal karena penyakit yang mencurigakan.
Begitupun di dunia keartisan Hollywood, dua artis Hollywood, Sean Penn menganggap Chaves sebagai salah satu kekuatan utama di planet ini dan merupakan seorang juara yang melekat dihati orang-orang miskin dan Oliver Stone  menganggap Chaves sebagai pahlawan yang hebat bagi sebagian rakyatnya dan mereka yang sedang berjuang di seluruh dunia.

Mengapresiasi kebijakan Presiden Venezuela Hugo Chavez yang prorakyat. Indonesia perlu meniru program Chavez selama memimpin negeri kaya minyak itu. Menjadi contoh para pemimpin negara kita dalam mengadaptasi paham kerakyatannya, sekalipun ada beberapa hal yang juga perlu dijadikan catatan untuk tidak perlu kita contoh diantaranya masa jabatannya yang lebih dari dua kali masa jabatan, dimana sebelum wafat, Chavez memimpin Venezuela selama 14 tahun.

Semoga keteladanannya dalam hal keberaniannya, ketegasannya, kekonsistenannya dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat dapat menulari dan menyemangati para calon pemimpin / tokoh pemimpin kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bersumber dari : http://www.abyfarhan.com/2013/01/cara-membuat-like-box-facebook-melayang_4.html#ixzz2PMSpJU00 Follow us: @aby_farhan on Twitter